Ada Pil KB untuk Laki-Laki, Gimana Cara Kerjanya?

Niko Prayoga , Jurnalis
Kamis 05 Maret 2026 08:06 WIB
Ada Pil KB untuk Laki-Laki, Gimana Cara Kerjanya? (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Ketika mendengar pil KB, mungkin yang terlintas di benak kita adalah kontrasepsi yang identik dengan perempuan. Pemikiran kolektif tersebut sudah sangat melekat di masyarakat. Terlebih, kontrasepsi bagi laki-laki sendiri jarang disosialisasikan sehingga banyak orang tidak tahu bahwa ada KB yang diperuntukkan bagi laki-laki.

Konten kreator dan influencer kesehatan, Farhan Zubedi, mengatakan kontrasepsi bagi perempuan terkadang memiliki efek samping tertentu seperti mual, perubahan suasana hati yang tidak menentu, serta kenaikan berat badan.

“Pil KB perempuan, suntik hormon perempuan, efek sampingnya seperti mual, mood swing, berat badan naik, perempuan juga yang nanggung,” kata Farhan dalam unggahan video di akun Instagram-nya, dikutip Kamis (5/3/2026).

Sementara itu, kontrasepsi untuk laki-laki hanya ada dua dan itu pun kadang jarang diketahui banyak orang. Ia menuturkan ada dilema tersendiri mengapa laki-laki cenderung tidak mau menggunakan kontrasepsi.

Menurutnya, jika menggunakan pengaman masih ada kemungkinan kegagalan sebesar 13 persen. Di sisi lain, vasektomi juga banyak dihindari karena cenderung dianggap permanen.

“Sementara untuk laki-laki cuma dua, pengaman dan vasektomi. Pengaman masih memiliki tingkat kegagalan 13 persen dan vasektomi cenderung dianggap permanen,” ucapnya.

Namun, saat ini ada kontrasepsi khusus yang tidak permanen dan diperuntukkan bagi laki-laki, yaitu YCT-529. Farhan menjelaskan bahwa cara kerja pil tersebut berbeda dari pil KB perempuan.

 

“YCT-529, pil kontrasepsi untuk laki-laki. Cara kerjanya beda dari pil KB perempuan. Kalau pil KB perempuan itu hormonal, mempengaruhi estrogen dan progesteron supaya tidak terjadi ovulasi. YCT-529 ini non-hormonal yang berarti tidak mengganggu hormon seperti testosteron,” jelas Farhan.

Nantinya, pil ini dapat menahan reseptor vitamin A di testis yang disebut retinoic acid receptor alpha sebagai bagian penting dari produksi sperma agar prosesnya berhenti sementara.

“Karena vitamin A itu esensial atau penting untuk proses produksi sperma. Jadi kalau diblok reseptornya, vitamin A tidak bisa menempel dan tidak bisa menjalankan proses spermatogenesis. Artinya, produksi spermanya terhenti sementara,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa efek pil ini hanya sementara pada laki-laki. Jika berhenti diminum, maka produksi sperma akan kembali normal. Pil ini menjadi inovasi baru yang sedang dikembangkan, apalagi sudah dilakukan uji coba pada manusia.

“Kata kuncinya, sementara. Begitu stop minum pilnya, kesuburannya balik lagi. Pil ini sudah diuji coba ke manusia dan sudah lolos fase satu. Sejauh ini aman dan ditoleransi dengan baik,” tutur Farhan.

Saat ini, uji coba pil tersebut sudah masuk fase dua dan diperkirakan selesai pada Juli 2026.

“Sekarang lagi jalan fase dua dan diperkirakan selesai Juli 2026. Selama ini perempuan yang selalu menanggung lebih banyak, sekarang laki-laki juga bisa membantu sehingga kontrasepsi bukan hanya tanggungan satu pihak, tetapi menjadi tanggungan bersama,” pungkasnya.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya