5 Inovasi Kereta Api Indonesia yang Mengubah Cara Bepergian

Agustina Wulandari , Jurnalis
Senin 16 Februari 2026 08:00 WIB
Promo Traveloka. (Foto: dok Traveloka)
Share :

JAKARTA - Kereta api di Indonesia mengalami transformasi besar dalam beberapa dekade terakhir. Perubahan ini terjadi melalui berbagai upaya perbaikan berkelanjutan yang dilakukan oleh operator perkeretaapian nasional. Inovasi yang dilakukan meningkatkan kenyamanan fisik bagi penumpang dan menyentuh aspek efisiensi perjalanan secara keseluruhan. 

Salah satu bukti nyata dari transformasi digital dalam layanan ini adalah kemudahan yang ditawarkan melalui aplikasi KAI Access yang memungkinkan penumpang mengelola perjalanan mereka dengan lebih fleksibel. Selain itu, masih ada inovasi lain yang akan dibahas dalam ulasan ini. 

1. Kereta Api Cepat Jakarta–Bandung

Inovasi paling menonjol dalam sejarah transportasi darat modern di tanah air adalah hadirnya Kereta Cepat Jakarta–Bandung. Proyek ini menjadi kereta cepat pertama di Asia Tenggara yang beroperasi secara komersial. Kehadirannya mampu memangkas waktu tempuh antara Jakarta dan Bandung secara drastis, dari yang sebelumnya memakan waktu beberapa jam menjadi hanya sekitar 40 menit saja. 

Kereta ini menggunakan teknologi modern yang memungkinkannya melaju dengan kecepatan operasional hingga 350 km/jam dengan tetap menjaga kestabilan dan keamanan. Keberadaan kereta cepat ini sangat penting karena menandai era baru transportasi massal di Indonesia. 

2. Sistem Pemesanan Tiket Online dan Digitalisasi

Cara masyarakat mendapatkan tiket kereta api telah berubah total berkat digitalisasi. Kini, calon penumpang tidak perlu lagi mengantre panjang di loket stasiun. Tiket kereta dapat dibeli dengan mudah melalui aplikasi resmi, layanan e-commerce, dan berbagai platform digital lainnya. Sistem ini memberikan fleksibilitas penuh kepada Anda untuk merencanakan perjalanan kapan saja dan di mana saja. 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya