Dijelaskan pula bahwa pasien yang menjalani transplantasi lebih dini biasanya akan pulih lebih cepat. Tiga bulan setelah tindakan, pasien umumnya sudah merasa lebih segar dan kualitas hidupnya meningkat.
“Tiga bulan setelah transplantasi, banyak pasien sudah terasa segar dan kualitas hidupnya meningkat,” tambahnya.
Cuci darah memang menjadi terapi penyelamat nyawa yang sering dipilih masyarakat Indonesia. Namun, perbedaannya sangat terasa karena pasien harus meluangkan waktu berjam-jam setiap minggu untuk menjalani prosedur tersebut.
Selain itu, pasien juga harus membatasi cairan dan makanan serta menghadapi risiko komplikasi kardiovaskular. Di sisi lain, transplantasi ginjal justru dapat mengembalikan pasien ke aktivitas harian yang lebih normal.
Namun, tetap perlu diingat bahwa transplantasi ginjal bukan berarti pasien terbebas dari status penyakit ginjal. Tindakan ini bukan merupakan upaya penyembuhan total, tetapi dari segi kualitas hidup, transplantasi memberi peluang yang jauh lebih baik dibandingkan dialisis (cuci darah) jangka panjang.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)