Karena efek anestesi dan pereda nyerinya, gas tertawa juga digunakan sebagai anestesi, terutama dalam kedokteran gigi. Jika digunakan dalam jangka pendek di bawah pengawasan medis, gas tertawa dianggap hampir tidak memiliki efek samping.
Sayangnya, gas N2O ini kerap disalahgunakan bagi sebagian orsng untuk menciptakan rasa ‘fly’ bagi penggunanya. Studi dari negara-negara Eropa tetangga menunjukkan bahwa konsumsi gas tertawa juga dapat menyebabkan kerusakan kesehatan yang serius dan permanen.
Pada tahun 2024, tercatat 50 kasus keracunan nitrous oxide. Mayoritas yang terkena dampak adalah remaja dan dewasa muda (36 kasus), sebagian besar dengan gejala ringan hingga sedang.
Karena potensi risiko kesehatan, penggunaan gas tawa atau gas whipping ini perlu dipahami masyarakat. Hal ini lantaran efek samping yakni kerusakan pada sistem saraf yaf menyebabkan berbagai gejala dan seringkali sulit diklasifikasikan.
(Rani Hardjanti)