JAKARTA – Musim hujan kerap memicu meningkatnya kasus penyakit pada anak. Perubahan cuaca yang ekstrem, kelembapan tinggi, serta penyebaran virus dan bakteri yang lebih cepat membuat anak lebih rentan mengalami demam.
Melansir NHS UK, demam pada anak saat musim hujan merupakan kondisi yang umum terjadi. Infeksi seperti flu, batuk pilek, infeksi saluran pernapasan, hingga diare akibat kontaminasi makanan dan minuman menjadi penyebab yang sering muncul.
Meski umumnya tidak berbahaya, demam tetap harus ditangani dengan tepat agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Berikut tips mengatasi demam pada anak di musim hujan yang dihimpun Okezone, Kamis (4/12/2025).
Demam bukan penyakit, melainkan tanda tubuh sedang melawan infeksi. Di musim hujan, beberapa penyebab yang sering terjadi antara lain:
Jika tidak disertai gejala bahaya, demam umumnya dapat ditangani di rumah. Orang tua dapat memberikan parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis berat badan anak. Segera periksakan ke dokter jika demam tinggi tidak turun, berlangsung lebih dari tiga hari, atau disertai gejala berat.
Pantau kondisi anak dengan mengukur suhu secara akurat menggunakan termometer digital. Pengukuran dapat dilakukan di dahi atau telinga.
Mengompres bisa membantu menurunkan demam pada anak. Gunakan air hangat kuku bukan air dingin atau es untuk membantu membuka pembuluh darah dan menurunkan panas tubuh.
Tempelkan kompres pada dahi, ketiak, atau lipatan paha, lalu ganti ketika kain mulai mendingin.
Saat demam, tubuh kehilangan lebih banyak cairan. Pastikan anak minum air putih secara berkala. Sup hangat atau oralit juga dapat membantu menjaga cairan tubuh dan mencegah dehidrasi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)