Clover mengklaim telah menunjukkan alat pengisi daya itu kepada orang-orang di sekitarnya, dan tidak ada yang mengakuinya.
Ia pun mencoba menyerahkannya kepada pramugari, namun pramugari menolak karena tidak dapat bertanggung jawab atas barang bawaan penumpang yang hilang atau tercecer.
Begitu tahu siapa pemiliknya, Clover berencana mengembalikan charger itu, namun dia butuh waktu karena harus mengurus kucingnya yang muntah di luar gerbang sebelum mereka naik kembali ke pesawat.
"Saya mencari tempat aman untuk menurunkan kucing saya dan menjauh dari pria agresif itu," ucapnya.
Wanita itu mengaku sangat stres dan lelah atas penundaan penerbangan yang terjadi, dan tidak percaya jika dirinya malah dituduh mencuri sebuah charger.
Adapun soal pramugari yang meminta pria itu melapor polisi untuk menangkapnya menurut Clover adalah kebohongan besar yang tidak mendasar.
"Itu tidak pernah terjadi. Yang tidak ditunjukkan dalam video adalah dia kehilangan akal sehatnya setelah saya mengembalikan charger itu kepadanya," tutup Clover.
(Rizka Diputra)