SEORANG penumpang asal Inggris mendadak ketakutan saat awak kabin membagikan kacang selama perjalanan yang memakan waktu 14 jam.
Wanita itu diduga menderita alergi kacang parah, yang dapat menyebabkannya mengalami syok anafilaksis. Meski sudah memberitahu pihak maskapai, namun awak kabin agaknya tidak menanggapinya serius.
Amy Pearson, 25 tahun, mengalami ketakutan saat dua maskapai penerbangan membagikan kacang selama penerbangan 14 jam, meskipun ia telah memberi tahu tentang alergi kacangnya yang mematikan. Insiden ini terjadi bulan lalu saat ia terbang ke Kuala Lumpur untuk menemui saudari perempuannya.
"Saya ketakutan. Saya duduk diam sepanjang waktu. Saya tidak ingin menyentuh apapun dan tidak menggunakan toilet," kata Amy mengutip New York Post.
Wanita itu mengidap alergi kacang parah sehingga mengharuskannya selalu membawa Epi-pen. Guru geografi tersebut harus memberi tahu maskapai penerbangan tentang alerginya sebelum terbang. Amy khawatir kondisi kesehatan akan memburuk selama penerbangan panjang itu.
Setiba di meja check-in ia menceritakan keluhannya namun petugas justru abai dan malah meminta ia menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa 'bukan salah mereka' jika terjadi sesuatu.
Amy kemudian naik pesawat dan memberitahu pramugari tentang alerginya, tetapi mereka menolak untuk meniadakan layanan kacang.
"Mereka mengatakan bahwa mereka (Qatar Airways) tidak dapat memenuhi permintaan saya," keluhnya.
Pihak maskapai beralasan mereka tidak dapat 'mendikte' apa yang boleh dimakan orang-orang di dalam pesawat.
Akhirnya, Amy terpaksa meminta penumpang di sekitarnya untuk tidak makan kacang-kacangan, dan mereka setuju.
Amy yang belum pernah naik pesawat dengan jarak sejauh itu, beruntung membawa empat Epi-pen. Perjalanan 14 jam ini jadi durasi terpanjang yang pernah dia lakukan, dimulai dengan Qatar Airways dan dilanjutkan menumpang Malaysia Airlines.