Kematian A'bao bukan satu-satunya kasus tragis di Tiongkok. Pada Agustus 2019, Zhu Bin, seorang pekerja lain, juga meninggal setelah bekerja tanpa henti selama sebulan penuh. Pengadilan saat itu memutuskan perusahaan bertanggung jawab dan memerintahkan kompensasi sebesar Rp 774 juta atau sekira 360 ribu yuan.
Kasus-kasus ini menyoroti perlunya reformasi lebih lanjut dalam perlindungan pekerja di tengah budaya kerja keras di China.
(Leonardus Selwyn)