Konsumsi Makanan Tinggi Lemak Bisa Picu Kecemasan, Ini Penjelasannya

Rizky Bani Yusna, Jurnalis
Jum'at 06 September 2024 10:00 WIB
Konsumsi makanan berlemak sebabkan kecemasan. (Foto: Freepik.com)
Share :

KETIKA merasa stres, banyak orang cenderung memilih makanan cepat saji sebagai pelarian. Biasanya seseorang akan mengonsumsi cokelat untuk meningkatkan semangat atau donat sebagai hadiah setelah menjalani hari yang panjang.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa makanan berlemak tinggi justru bisa memperburuk kecemasan. Para ilmuwan di Universitas Colorado Boulder menemukan bahwa konsumsi makanan berlemak tinggi dapat mengganggu bakteri usus, yang berujung pada perubahan bahan kimia otak yang memicu kecemasan.

“Semua orang tahu bahwa (makanan berlemak tinggi) ini bukanlah makanan sehat, tetapi kita cenderung menganggapnya hanya dalam konteks sedikit penambahan berat badan. Jika anda memahami bahwa mereka juga memengaruhi otak Anda dengan cara yang dapat meningkatkan kecemasan, itu membuat taruhannya menjadi lebih tinggi," Kata seorang Profesor sekaligus penulis utama dalam penelitian, Christopher Lowry, melansir dari Metro.co Jumat (6/9/2024).

Penelitian ini melibatkan tikus remaja yang dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok diberi makanan standar dengan kadar lemak 11 persen, sedangkan kelompok lain diberi makanan tinggi lemak sebesar 45 persen.

Hasilnya, tikus yang mengonsumsi diet tinggi lemak tidak hanya lebih berat, tetapi juga memiliki mikrobioma usus yang kurang beragam, dengan peningkatan bakteri Firmicutes dan penurunan Bacteroidetes. Lebih lanjut, gen terkait produksi serotonin lebih aktif pada tikus dengan diet tinggi lemak.

Meskipun serotonin biasanya dikenal sebagai hormon kebahagiaan, beberapa neuron dapat meresponsnya dengan kecemasan. Salah satu gen, triptofan hidroksilase (tph2), bahkan dikaitkan dengan gangguan suasana hati dan risiko bunuh diri.

"Memikirkan bahwa diet tinggi lemak saja dapat mengubah ekspresi gen-gen ini di otak sungguh luar biasa," kata Profesor Lowry.

Dia menjelaskan bahwa bakteri usus yang tidak sehat mungkin merusak lapisan usus, memungkinkan bakteri masuk ke aliran darah dan berkomunikasi dengan otak melalui saraf vagus.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya