Sementara, Deputi Bidang Industri Dan Investasi Kemenparekraf, Rizki Handayani menambahkan, selain pembangunan hotel-hotel di Labuan Bajo, kehadiran sekolah pariwisata untuk menghadirkan SDM yang unggul juga diperlukan. Sebab pembangunan infrastruktur perlu dibarengi dengan adanya SDM yang dapat mendukung jalannya aktivitas pariwisata.
"Juga supplying kepada hotel-hotel. Diperlukan pengembangan dari sisi agrikultur, atau pertanian, peternakan yang tidak hanya dilihat di Manggarainya saja, tapi di Pulau Flores lainnya memiliki potensi tersebut. Sehingga pengembangan pariwisata di Labuan Bajo semakin inklusif," ujar Rizki.
Pada kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga turut menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilakukan oleh Plt. Direktur Utama BPOLBF, Frans Teguh, dengan Akses Connecting Nusaraya (Akcon), Deddy Amiruddin dan Semesta Indo Resort, Piet Yusup Chandra, guna memperkuat pengembangan kepariwisataan di DPSP Labuan Bajo.
(Rizka Diputra)