"Peran diagnosis melalui embusan napas juga pernah dibahas waktu pandemi Covid-19, walau memang kemudian tidak berkembang luas. Tulisan di 'International Journal of Tuberculosis and Lung Disease' pada Juli 2024 ini menyatakan bahwa di waktu mendatang, cara diagnosis dengan embusan napas akan meningkatkan pengetahuan.
Setidaknya ada dua hal yang bisa dideteksi menggunakan teknik embusan napas ini. Pertama adalah penyakit infeksi paru dan saluran napas serta respon imun pasiennya (host-immune responses).
(Leonardus Selwyn)