BANYAK masyarakat yang kurang peduli dan memperhatikan kualitas air minum yang mereka konsumsi sehari-hari. Jika didiamkan terus-menerus maka air yang tidak higienis bisa menimbulkan penyakit. Lantas bagaimana cara membedakan air yang berkualitas dan tidak berkualitas?
Dosen Departemen Teknik Geologi UGM dan Ketua Dewan Pembina Yayasan Aliansi Wali Sumber Daya Air Indonesia, Prof. Dr. rer. nat. Ir. Heru Hendrayana mengatakan masyarakat dianjurkan untuk menghindari konsumsi air yang berasal dari permukaan. Sebab air yang ada di permukaan tanah, sudah pasti kualitasnya buruk karena dipengaruhi aktivitas manusia. Bisa dari septic tank, limbah, dan lain sebagainya.
Sebagai gantinya, sumber air minum yang bersih dan berkualitas bisa diperoleh dari air tanah dalam. Air yang ada di bagian tanah dalam setiap lewat di suatu tempat dipengaruhi oleh batuan yang dilewati. Nah batuan itu kan dari mineral, dan mineral itu dari kimia.
"Maka kita mencari batuan-batuan yang muda. Yang muda itu dari mana? dari vulkanik, dari gunung api. Tapi muda di sini juga sudah ratusan tahun. Maka yang kita cari adalah daerah-daerah vulkanik muda yang menghasilkan batuan, yang terjebak dan mengalir sekian lama, maka itulah air yang berkualitas baik," kata Prof Heru, dalam acara Aqua media trip di Pabrik Aqua Klaten, beberapa waktu lalu.