Dewan pariwisata mengatakan Demark tercatat telah menampung 63 juta pelancong yang menginap tahun lalu. Kopenhagen sendiri biasanya ramai turis saat periode Juli hingga Agustus setiap tahunnya.
Inisiatif ini akan berlangsung hingga 11 Agustus. Sebanyak 24 objek wisata setempat sudah menunjukkan minatnya dengan mendaftar uji coba upaya tersebut.
Salah satunya adalah Museum Kopenhagen. Jika pengunjung museum itu datang dengan berjalan kaki atau transportasi umum, maka mereka akan dihadiahkan secangkir kopi atau segelas anggur gratis di bar atap yang menghadap ke pusat kota.
Pengunjung juga dapat menyewa kayak tanpa biaya apabila bersedia membantu pembersihan pelabuhan. Bagi penggemar ski di lereng CopenHill dapat menikmati waktu tambahan hingga 20 menit, jika datang dengan transportasi umum.
Jadi, pemerintah setempat memungkinkan wisatawan menjelajahi kota terkenal mahal ini dengan biaya yang lebih terjangkau. Inisiatif itu juga sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Wisatawan diberi kesempatan unik untuk menjelajahi Kopenhagen dengan cara yang menguntungkan lingkungan dan masyarakat setempat,” kata Wali Kota, Sophie Andersen.
(Rizka Diputra)