PANTAI indah nan eksotis terkubur oleh letusan gunung berapi ribuan tahun silam. Fenomena alam itu membuat pantai tersebut lama tak bisa dijangkau oleh wisatawan. Namun, saat ini pantai tersebut sudah mengalami restorasi sehingga telah siap beroperasi dan dibuka untuk umum.
Melansir The Washington Post, pantai di sebuah kota kuno Herculaneum tenggelam akibat material vulkanik dari letusan Gunung Vesuvius hampir 2.000 tahun lalu.
Kota tersebut merupakan tempat berkumpulnya ratusan warga yang saat itu terjebak di letusan gunung berapi. Letusan yang terjadi pada tahun 79 Masehi itu telah mengubur tepi laut sehingga pantai tak bisa diakses oleh orang-orang.
Namun, pantai sudah mengalami perbaikan, dan jika telah rampung sepenuhnya maka wisatawan bisa kembali mengunjunginya seolah tidak pernah terjadi bencana apapun.
Restorasi pantai akan memungkinkan wisatawan untuk melihat pantai tersebut sama seperti kondisi pantai yang dilihat orang-orang Romawi Kuno dulu, demikian pernyataan direktur arkeologi Herculaneum, Francesco Sirano.
“Para pengunjung harus turun melalui terowongan dan ini seperti kita kembali ke dua ribu tahun yang lalu, dan tiba-tiba Anda memiliki pantai,” ungkap Sirano.
Dijelaskannya, pantai tersebut terendam banjir dan tertutupi material vulkanik yang menyebabkan pengunjung hanya bisa mengakses gudang perahu dan sisanya melalui jalur gantung di atas air.
Namun, berkat restorasi yang diluncurkan oleh Kementerian Kebudayaan Italia dan Institut Humaniora Packard, untuk pertama kalinya pelancong akan bisa menginjakkan kaki kembali di pantai tersebut. Pantai sudah dibuka untuk umum sejak Rabu, 19 Juni 2024.
Pantai di Herculaneum yang dihantam oleh letusan Gunung Vesuvius ini diketahui menyimpan kerangka manusia setidaknya 330 orang tewas di sana saat berlindung di rumah-rumah batu sembari menunggu pertolongan.
Kerangka-kerangka tersebut ditemukan sekitar tahun 1980 hingga 2000-an. Kerangka manusia itu sebagian besar merupakan perempuan, anak-anak dan bayi, dan beberapa orang dewasa serta laki-laki muda. Di sana juga ditemukan kerangka anjing dan domba.
Sisa tulang-belulang manusia yang ditemukan di situ tersebut diyakini merupakan lima persen dari populasi Kota Herculaneum.
(Rizka Diputra)