PESAWAT Boeing 777-300 Emirates menabrak kawanan burung flamingo sebelum mendarat di Mumbai. Setidaknya 36 ekor burung flamingo yang dilindungi mati dalam insiden tersebut.
Pesawat rute Dubai-Mumbai dengan nomor penerbangan EK-508 itu dikabarkan mengangkut lebih dari 300 penumpang.
Kejadian itu dilaporkan oleh awak Emirates setelah tiba di Mumbai pada pukul 21.18 waktu setempat hari Senin.
Kecelakaan terjadi tepatnya di kawasan pinggiran Kota Ghatkopar sekitar 6 kilometer dari bandara dan sedang bersiap untuk mendarat. Pesawat tersebut dikabarkan mengalami beberapa kerusakan akibat tabrakan itu.
Penduduk setempat melaporkan bahwa area tersebut dipenuhi dengan bangkai burung dengan potongan sayap, cakar, dan paruh yang berserakan di pinggiran kota pascakejadian.
Pejabat Departemen Kehutanan Maharashtra menyebutkan, penemuan sisa-sisa bangkai burung yang berserakan dan pencarian telah diluncurkan untuk mengetahui berapa banyak hewan migrasi tersebut terbunuh.
Sejauh ini, jumlah flamingo yang tewas mencapai 36 ekor dan mungkin saja masih bisa bertambah.
“Bangkai tersebut telah dikirim untuk diautopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya,” ungkap Pawan Sharma, selaku pendiri Asosiasi Resqink untuk Kesejahteraan Satwa Liar (RAWW), kepada kantor berita Press Trust of India.
Menurut dugaan seorang aktivis lokal, burung-burung itu mungkin terbang dengan lintasan yang tidak biasa karena terganggu terhadap Suaka Margasatwa Thane Creek di dekatnya. D Stalin dari LSM Vanshakti turut menanggapi dan menyatakan bahwa kabel listrik yang berada di kawasan suaka memicu disorientasi pada burung.
“Saat memberikan izin untuk jaringan listrik (sebelumnya, hal itu tidak diperbolehkan di dalam cagar alam), dewan satwa liar dengan patuh menyerah kepada perusahaan listrik. Sebaliknya, Suaka Margasatwa Thane Creek dibuldoser dan menara-menara didirikan,” jelas Sharma.
Burung Flamingo termasuk spesies yang terancam begitu juga habitatnya karena maraknya pembangunan ruang alam di salah satu kota terpadat di dunia. Ribuan flamingo pun biasanya datang ke Mumbai pada musim dingin.
India merupakan negara dengan populasi terbesar flamingo kecil di luar benua Afrika. Pejabat setempat pun rutin setiap hari selama tiga hari dari bulan Oktober hingga Mei menghitung jumlah flamingo untuk mempertahankan perkiraan populasi hewan ini di negara tersebut.
Flamingo dilindungi di India berdasarkan Undang-Undang (Perlindungan) Kehidupan Liar tahun 1972.
Pada tahun 2018, pihak berwenang di Mumbai menetapkan hampir 1.700 hektare pantai dan sungai sebagai suaka flamingo. Namun ada kekhawatiran mengenai perambahan di kawasan yang ditentukan dan risiko terkait pembangunan di sekitarnya.
Juru bicara Emirates memberikan tanggapannya terkait insiden ini melalui pernyataan kepada The Independent.
"Emirates dapat mengonfirmasi bahwa EK508 dari Dubai ke Mumbai pada tanggal 20 Mei terlibat dalam insiden serangan burung saat mendarat," kata sang jubir mengawali klarifikasi.
“Pesawat mendarat dengan selamat dan semua penumpang serta awak turun tanpa cedera, namun sayangnya sejumlah flamingo hilang dan Emirates bekerja sama dengan pihak berwenang dalam masalah ini,” tambahnya.
“Pesawat juga mengalami kerusakan dalam kejadian tersebut dan akibatnya penerbangan pulang EK509 yang dijadwalkan berangkat ke Dubai pada 20 Mei 2024 dibatalkan. Semua penumpang dan awak ditampung semalaman dan pesawat pengganti sedang diatur untuk semua penumpang, dan dijadwalkan berangkat dari Mumbai pada 21 Mei 2024 pukul 21.00 waktu setempat,” tuturnya lagi.
“Emirates meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Keselamatan penumpang dan awak kami adalah yang paling penting dan tidak akan dikompromikan,” tutup pihak maskapai yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab itu.
(Rizka Diputra)