INSIDEN tragis menimpa seorang gadis berusia 12 tahun di Belfast yang mengalami koma setelah menggunakan rokok elektrik atau sering disebut vape. Northern Ireland Chest Heart dan Stroke (NICHS) meluncurkan kampanye kesadaran baru untuk menyoroti risiko serius yang terkait dengan vaping.
Melansir dari Vt Selasa (21/5/2024), kejadian yang melibatkan Sarah Griffin dimulai saat dia merasa kurang sehat. Lalu ibunya, Mary Griffin, mengira batuk Sarah disebabkan oleh riwayat asma dan perubahan cuaca. Namun, kondisi Sarah semakin memburuk secara drastis pada keesokan harinya.
Sarah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Royal Victoria, di mana kondisi kesehatannya yang semakin memburuk, membuatnya harus dipindahkan ke ruang ICU. Dokter menemukan bahwa salah satu paru-paru Sarah mengalami kerusakan yang cukup parah sehingga menimbulkan infeksi serius dan menghubungkan kondisinya dengan penggunaan vape yang telah merusak paru-parunya.