FLU Singapura atau yang dikenal juga dengan Hand, Foot, Mouth Disease (HFMD) memang cenderung lebih banyak menyerang anak-anak. Biasanya luka-luka di bagian tangan, kaki, dan mulut mudah terasa gatal. Namun apabila luka tersebut tidak dirawat dengan benar, khawatirnya bisa memicu infeksi sekunder pada kulit si kecil.
Dokter Spesialis Anak, dr. Ardi Santoso menjelaskan bahwa infeksi sekunder bisa terjadi pada kasus Flu Singapura. Biasanya hal ini terjadi akibat garukan pada luka dan kotoran masuk ke dalam kulit dari luka tersebut.
“Perawatan luka ketika anak mengalami HFMD atau flu Singapura biar ga berbekas dan gak jadi infeksi sekunder. Infeksi sekunder itu infeksi yang terjadi karena infeksi yang tumpuk ketumpuk karena garukan atau karena kotoran masuk ke kulit yang terbuka,” kata dr. Ardi dikutip dari akun Instagramnya @ardisantoso, Jumat (17/5/2024).
Oleh karenanya, dr. Ardi menyarankan agar si kecil tidak menggaruk luka meskipun kerap kali lukanya terasa gatal. Selain itu, buat suasana di sekitar anak menjadi lebih sejuk agar tidak mudah berkeringat. Sebab apabila si kecil terlalu sering berkeringat, maka lukanya akan semakin gatal. Dokter Ardi juga mengimbau untuk mandi dan membersihkan lukanya.
“Makanya syarat pertama perawatannya adalah jangan sampai digaruk, hilangkan rasa gatalnya dengan jangan terlalu berkeringat. Kasih suasana hawa yang nyaman. Terus boleh mandi dan dibersihkan ya,” ujarnya.
Namun, apabila lesi Flu Singapura pada kulit belum melepuh dan hanya muncul kemerahan saja, maka disarankan untuk memakai losion calamine atau bedak calamine. Sementara itu, jika lukanya sudah parah hingga menyebabkan koreng atau bekas luka, sebaiknya tidak digaruk dan bersihan lukanya dengan cairan antiseptik.