"Kami juga akan membangun golf court, yang juga akan ditunjang dengan properti di sekitarnya," ujar Herrie.
Representatif POMA, Panca R Sarungu mengatakan, untuk pembangunan tahap pertama rencananya akan membutuhkan investasi antara Rp250-300 miliar.
"Di fase pertama, kita akan membangun yang pendek dulu di dalam kawasan. Pengembangan ke depannya (cable car) akan menyambung sampai ke Tangkuban Perahu itu bisa 5 kilometer," kata Panca.
Ia optimistis rencana kerja sama ini akan menarik minat investor karena selain rencana pengembangan yang matang, Sari Ater, yang merupakan salah satu destinasi yang kaya akan potensi. "Sudah ada 1,7 juta kunjungan wisatawan dalam satu tahun," imbuhnya.
(Foto: dok. Kemenparekraf)
Kehadiran cable car nantinya akan memperkuat daya tarik karena teknologi yang dihadirkan POMA adalah yang terbaik. "Ini memang sangat disayangkan kita (masih) di belakangnya Vietnam. Kalau di Vietnam sudah punya tiga (cable car) dan resortnya sampai yang punya kamar seribu," ucap Panca.
Sedangkan Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa berharap penandatanganan MoU di dalam kesempatan ITIF nantinya akan dapat dengan mudah menarik investor.
"Kita akan perkenalkan di ITIF sehingga bisa kita langsung tawarkan ke investor yang hadir," kata Rizki.
(Rizka Diputra)