Tragis, Seorang Dokter Terkemuka Palestina Meninggal di Penjara Israel

Lulu Az Zahra , Jurnalis
Selasa 07 Mei 2024 20:30 WIB
Dokter ternama Palestina meninggal dunia di penjara Israel. (Ilustrasi: Middle East Monitor)
Share :

SEORANG dokter terkemuka di Palestina dari Rumah Sakit al-Shifa di Gaza telah meninggal di penjara Israel. Dokter nahas itu meninggal setelah lebih dari empat bulan ditahan. Hal tersebut disampaikan Kementrian Kesehatan dan kelompok yang mengadvokasi tahanan Palestina di wilayah tersebut.

Adnan al-Bursh, kepala ortopedi di fasilitas medis terbesar di Gaza ditangkap oleh pasukan Israel saat merawat pasien di Rumah Sakit al-Awda di utara wilayah tersebut. Francesca Albanese, pelapor khusus PBB menganai hak asasi manusia di wilayah pendudukan Palestina sangat khawatir setelah mengetahui kematian Al-Bursh.

Kelompok tahanan menuduh kematiannya adalah bagian dari penargetan sistematis terhadap dokter dan sistem kesehatan di Gaza. Selain itu, mereka juga menambahkan bawa Al-Bursh meninggal akibat penyiksaan.

Melansir dari Aljazeera pada Selasa (7/5/2024), layanan penjara Israel mengeluarkan pernyataan pada 19 April dan menyatakan bahwa seorang tahanan yang ditahan karena alasan keamanan nasional telah meninggal di penjara Ofer. Namun, pihaknya tidak memberikan rincian mengenai penyebab kematiannya.

Seorang juru bicara layanan penjara membenarkan bahwa pernyataan tersebut merujuk pada Al-Bursh dan mengatakan insiden tersebut sedang diselidiki. Menurut dr Ghassan Abu Sittah, seorang ahli bedah Palestina asal Inggris dalam postingannya di X, Al-Bursh disiksa sampai mati oleh tentara Israel di tempat penahanan rahasia mereka.

Al-Bursh ditangkap bersama dengan beberapa dokter lainnya pada Desember 2023 di Rumah Sakit al-Awda dekat penginapan pengungsi Jabalia di Gaza Utara. Kelompok hak asasi tahanan mengatakan bahwa jenazahnya masih ditahan oleh otoritas Israel. Namun, nasib dokter lainnya masih belum diketahui.

Selanjutnya, Kementrian Kesehatan Gaza mengatakan total tenaga medis yang tewas sejak perang Israel di Gaza pecah pada Oktober telah mencapai 496 orang. Selain itu, sekitar 1.500 pekerja medis juga terluka selama perang. Sementara 309 orang masih ditahan di penjara Israel.

Mereka meminta komunitas internasional, organisasi kesehatan serta hak asasi manusia untuk campur tangan dan melindungi tahanan yang ditahan oleh Israel. Menurut Konvensi Janewa, Israel telah berulang kali menargetkan fasilitas medis dan pekerja kesehatan meskipun telah dilarang berdasarkan hukum kemanusiaan internasional.

Selain itu, Israel juga sering menuduh Hamas menggunakan rumah sakit untuk tujuan militer. Namun, Israel belum memberikan bukti apa pun yang mendukung klaim tersebut. Selanjutnya, Hamas dan staf medis membantah tuduhan tersebut.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya