Namun, hal ini menyebabkan sekrup tersebut menembus tulang rahang Yilmaz dan masuk ke dalam rongga otaknya sehingga menyebabkan rasa sakit yang mengancam nyawanya.
Keadaan menjadi darurat ketika Yilmaz merasakan sakit yang luar biasa, sehingga dokter gigi menyadari akan keadaan yang terjadi setelah melakukan pemindaian pada tengkorak. Yilmaz segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani operasi darurat dengan tujuan untuk mengangkat sekrup tersebut.
Meskipun operasinya berhasil tanpa menyebabkan kerusakan besar pada otak, Yilmaz masih memerlukan waktu beberapa hari untuk pulih. Namun, masalahnya belum selesai, Yilmaz mencoba mendapatkan ganti rugi atas kejadian tersebut, tetapi dokter gigi yang terlibat menolak untuk bertanggung jawab atas masalah yang terjadi.
Pada akhirnya dia menuntut penyelesaian melalui jalur hukum. Yilmaz menyatakan keinginannya agar pihak berwenang dapat menangani masalah ini, terutama karena dia harus memikul tanggung jawab atas dua anaknya. Di sisi lain, dokter tersebut tetap yakin bahwa insiden ini muncul sebagai komplikasi medis yang tidak terduga.
(Leonardus Selwyn)