Kisah Lansia Penjual Nanas, Berjuang Lanjutkan Hidup dengan Benjolan di Pipi

Devi Pattricia, Jurnalis
Senin 06 Mei 2024 10:00 WIB
Kisah Abah Yayat tetap berjualan meski ada benjolan di pipi. (Foto: X @izarhizaiza)
Share :

SORE hari setelah turun hujan, datang seorang pria paruh baya menjajakan nanas jualannya. Dia berjalan menelusuri jalanan aspal yang basah demi mendapatkan sedikit keuntungan untuk makan sehari-hari.

Selangkah demi selangkah dia lewati sambil membawa gerobak kayunya, dengan harapan ada sosok pembeli yang memberhentikan langkahnya.

“Nanas… Nanas,” ucap pria paruh baya yang akrab disapa Abah Yayat.

Di usianya yang tak muda lagi, Abah Yayat harus berkeliling sebagai penjual nanas demi sesuap nasi. Bukan dalam jarak yang dekat, Abah Yayat harus berjalan sambil mendorong gerobaknya hingga berkilo-kilo meter jauhnya.

Abah Yayat memiliki benjolan besar di bagian pipi kanannya, meski begitu, dirinya tak kenal lelah demi bisa mendapatkan uang dengan cara yang halal.

Dia terus menelusuri jalan sembari menawarkan nanas jualannya kepada orang di sekelilingnya, sejak pagi hingga sore. Tak jarang, Abah Yayat pulang ke rumah dengan tangan kosong.

“Waktu aku beli nanas nya, abahnya sempet cerita, kalau jualan dari pagi sampai sore kadang nanasnya ga laku semua dalam 1 hari,” kata Iza sebagai saksi yang sempat membeli nanas Abah Yayat, dikutip dari cuitan akun X @izarhizaiza, Senin (6/5/2024).

Abah Yayat baru empat bulan menjadi penjual nanas keliling. Namun dirinya sudah diterpa cobaan yang begitu berat. Pasalnya sang istri tercinta telah wafat hampir dua bulan yang lalu. Biasanya dia menelusuri jalan sambil menjajakan nanas bersama dengan sang istri tercinta, kini dia harus berjuang sendirian.

Tak ada lagi sosok yang bisa diajak untuk berbagi keluh kesah selama berjualan. Rasa lelahnya pun semakin terasa, bukan hanya karena kehilangan separuh nafasnya saja, tetapi lemas juga dia rasakan akibat efek dari benjolan di pipinya.

Kedua kakinya pun kerap kali terasa sakit lantaran mendorong gerobak hingga menempuh jarak yang amat jauh. Bahkan ia sering berkunjung ke makam sang istri untuk sekadar berdoa ataupun berbagi cerita. Pilu begitu terasa melihat perjuangan Abah Yayat.

Setiap nanas jualannya pun hasil kiriman dari orang, nantinya dia harus menyerahkan hasil jualannya kepada pemilik. Padahal belum tentu dalam sehari nanas tersebut habis terjual.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya