PENERBANGAN Cathay Pacific Airways seketika berubah jadi mencekam saat pesawat itu dihantam turbulensi.
Penumpang tidak berhenti berteriak dan menuliskan surat ucapan perpisahan kepada orang-orang tercinta kala pesawat yang mereka naiki harus gagal mendarat dua kali di tengah terjangan badai dahsyat.
Penerbangan ini dijadwalkan berangkat dari Bandara Internasional Shanghai Hongqiao pada Selasa, 30 April 2024 menuju Bandara Internasional Hong Kong pada pukul 16.50 waktu setempat namun harus delay hingga pukul 19.10.
Perjalanan udara tersebut terpaksa dilakukan karena kondisi angin yang kencang selalu menggalakan upaya landing yang dilakukan pilot setelah berkali-kali mengitari bandara.
Keadaan di pesawat pun sudah ricuh dan para penumpang kepanikan. Barang-barang sudah mulai berjatuhan dari kabin pesawat.
Melansir The Mirror, diketahui wilayah setempat telah dilanda badai saat hari-hari menjelang penerbangan.
Pesawat Cathay Pacific dengan nomor penerbangan CX341 itu harus bertarung dengan kuatnya angin di malam kejadian yaitu Selasa, 30 April 2024.
Para penumpang panik dan mulai berteriak, mengeluarkan ponsel masing-masing untuk mengirimi pesan perpisahan, bahkan hingga muntah-muntah akibat kerasnya turbulensi.
Menurut penuturan salah seorang penumpang dengan nama belakang Wang mengatakan bahwa pesawat tersebut dalam mendarat saat pertama kali tiba di Hong Kong.
Kesulitan yang dialami pilot tampak terasa Ketika pesawat yang tadinya berada di ketinggian 1.000 kaki tiba-tiba dengan cepat naik ke lebih dari 8.200 kaki.
Semua penumpang tampak ketakutan di tengah pilot yang mencoba melakukan pendaratan untuk kedua kalinya. Namun, percobaan tersebut kembali gagal karena cuaca yang benar-benar tidak bersahabat.
“Saya berada dalam kondisi tanpa bobot untuk waktu yang lama, jika saya tidak memasang sabuk pengaman, saya tidak tahu ke mana saya akan dilempar,” kata Wang.
"Terdengar suara 'buk' dan semua orang di kabin berteriak," tambahnya.
Wang melanjutkan, mengklaim beberapa penumpang tidak tahan dengan turbulensi dan muntah-muntah di kursi mereka.
"Rasanya seperti didekati dengan kematian," tambahnya.
Kapten penerbangan pun meminta maaf atas insiden tersebut dan menjelaskan kepada para penumpang bahwa mereka tidak bisa mendarat karena cuaca buruk.
Penerbangan yang tadinya dijadwalkan mendarat di Hong Kong itu terpaksa dialihkan ke Bandara Internasional Shenzhen, di utara Hong Kong.
Terlihat melalui pelacak penerbangan, pesawat itu terus berputar-putar di Hong Kong beberapa kali karena kesulitan mendarat hingga terpaksa dialihkan ke Shenzhen.
Pihak Cathay Pacific pun mengkonfirmasi bahwa sebanyak sembilan penerbangan perlu dialihkan ke Shenzhen karena kondisi cuaca yang tidak menguntungkan tadi.
Setelah dialihkan ke Shenzhen, pesawat tersebut akhirnya meneruskan penjalanannya ke Hong Kong dan tiba sekitar pukul 02.45 waktu setempat.
(Rizka Diputra)