RIWAYAT pendidikan dokter gadungan timnas indonesia Elwizan Aminudin menarik untuk di bahas. Seorang yang dulunya menjadi bagian dari tenaga medis yang berdedikasi untuk Tim Nasional Indonesia, kini tengah menghadapi tuntutan sebagai orang yang tidak memiliki kualifikasi dokter yang sah.
Elwizan Aminudin yang juga dikenal sebagai Dokter Amin adalah seorang dokter gadungan yang telah mengelabui dunia sepakbola Indonesia selama 11 tahun dengan memiliki riwayat pendidikan yang kontroversial.
Dia mengaku lulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Namun, penipuan tersebut terungkap ketika ia tidak terdaftar di Ikatan Dokter Indonesia dan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI).
Melansir dari berbagai sumber pada Kamis (2/5/2024) penipuan tersebut dilakukan dengan cara mengedit nama dan memasukkan fotonya pada ijazah palsu. Meskipun memiliki riwayat pendidikan yang meragukan, Elwizan berhasil menipu banyak pihak di dunia sepak bola Indonesia.
Dia pernah bekerja sebagai dokter tim di beberapa klub, seperti Persikabo 1973, Madura United, Kalteng Putra, Persita Tangerang, Barito Putra, Bali United, Madura United, Sriwijaya FC, dan Timnas Indonesia U-19.
Selama menjadi dokter gadungan, Elwizan Aminudin menerima bayaran bulanan sebesar Rp15 juta, yang kemudian naik menjadi Rp25 juta. Akibat tindakannya tersebut, klub PSS Sleman mengalami kerugian sebesar Rp245 juta. Identitas Elwizan sebagai dokter palsu terungkap saat bekerja di PSS sejak Februari 2020 hingga Desember 2021.
Dia kerap kali memberikan diagnosis yang tidak tepat kepada beberapa pemain timnas Indonesia dan PSS Sleman yang mengalami cedera. Keterlibatan Elwizan dalam tim nasional sepak bola Indonesia menimbulkan kekhawatiran akan konsekuensi yang timbul dari tindakan penipuan semacam ini.
Selain merugikan secara finansial, hal ini juga dapat membahayakan nyawa orang lain, terutama jika Elwizan memberikan layanan medis tanpa kualifikasi yang memadai. Banyak orang yang mengecam tindakan Elwizan Aminudin ini sebagai dokter gadungan yang mengelabui dunia sepak bola yang telah mengancam keselamatan para pemain.
Pemerintah dan organisasi sepak bola Indonesia telah mengambil langkah untuk menghentikan Elwizan Aminudin dan memastikan keselamatan para pemain sepak bola. Dalam kasus ini, polisi mengamankan beberapa barang bukti seperti salinan ijazah, Kartu Tanda Penduduk (KTP), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), serta beberapa dokumen perjanjian kerja.