Cara Mencegah Microsleep pagi Para Pemudik, Pastikan Hindari Jam Berikut Ini

Masya Hanifa Putri, Jurnalis
Kamis 04 April 2024 10:00 WIB
Cara menghindari microsleep bagi para pemudik. (Foto: Freepik.com)
Share :

MUDIK lebaran adalah momen yang paling dinantikan banyak orang untuk berkumpul bersama keluarga dan merayakan hari raya. Namun, di balik kegembiraan tersebut, ada risiko besar yang harus dihadapi, terutama bagi para pemudik yang harus menempuh perjalanan jauh dengan kendaraan pribadi.

Salah satu bahaya besar yang mengintai adalah fenomena microsleep atau tidur sekejap yang bisa terjadi saat menyetir. Kecelakaan saat musim mudik sering kali terjadi disebabkan karena pengemudi mengantuk akibat kurang tidur.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), faktor ini merupakan penyebab utama kecelakaan. Merangkum dari sleepfoundation, Kamis (4/4/2024) berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan guna mengurangi risiko mengemudi dalam keadaan mengantuk.

1. Tidur yang Cukup Sebelum Perjalanan

Satu hal yang sering diabaikan oleh para pemudik adalah kebutuhan untuk istirahat yang memadai sebelum memulai perjalanan. Kekurangan tidur dapat meningkatkan risiko mengantuk bahkan microsleep saat menyetir. Oleh karena itu, pastikan untuk mendapatkan tidur yang cukup setidaknya 7-8 jam sebelum memulai perjalanan.

Sebab orang yang tidak tidur tujuh jam setiap hari berisiko lebih tinggi mengalami kecelakaan mengemudi dalam keadaan mengantuk. Persiapkan diri secara fisik dan mental sehingga Anda siap untuk menghadapi perjalanan panjang.

2. Hindari Berkendara pada Periode Puncak Kantuk

Untuk menghindari risiko kecelakaan akibat rasa kantuk yang tinggi, disarankan untuk tidak mengemudi pada sore hari atau antara pukul 12.00 hingga 06.00. Jika situasi tidak memungkinkan untuk menghindari jam-jam tersebut, penting untuk tetap waspada saat berkendara.

Perhatikan gejala-gejala yang mengindikasikan Anda mengantuk. Dan lakukan pencegahan seperti melintas di jalur yang dapat merasakan getaran di roda kendaraan. Selain itu perhatikan juga perilaku pengemudi lain yang mungkin menunjukkan tanda-tanda kelelahan yang sama.

Berikut ini tanda-tanda mengantuk sebagai sinyal untuk menepi atau waspada dalam perjalanan:

Sering menguap atau berkedip

Perasaan 'terkantuk-kantuk'

Kesulitan menjaga kepala tetap tegak

Kesulitan mengingat beberapa mil terakhir yang Anda tempuh

3. Optimalkan Rutinitas Tidur

Rutinitas tidur dapat membantu memastikan tidur berkualitas tinggi yang cukup setiap malam. Dengan menerapkan kebiasaan tidur yang baik, Anda dapat meningkatkan tingkat kewaspadaan dan memastikan bahwa Anda merasa cukup segar di pagi hari.

Berikut ini hal-hal penting mengenai rutinitas tidur yang perlu diperhatikan:

Waktu tidur yang konsisten seperti berusaha untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk pada akhir pekan dan saat bepergian.

Siapkan ruang tidur yang optimal yakni dengan kondisi ruangan yang gelap dan tenang.

Jauhkan barang-barang elektronik ketika tidur karena cahaya biru dapat mengganggu tidur.

Hindari konsumsi alkohol dan kafein sebelum tidur.

Terapkan gaya hidup sehat dengan olahraga teratur di siang hari dan pola makan sehat agar dapat meningkatkan peluang untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak.

Konsultasi dengan dokter jika mengalami masalah tidur seperti insomnia atau gangguan tidur lainnya.

Memastikan tidur yang optimal penting dipersiapkan sebelum melakukan perjalanan panjang seperti mudik. Microsleep saat menyetir merupakan risiko serius yang perlu diwaspadai, terutama dalam perjalanan jarak jauh. Dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang tepat, Anda dapat mengurangi risiko microsleep dan menjadikan perjalanan mudik aman dan menyenangkan bagi semua orang.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya