Sandi pun berharap film Kiblat tetap akan tayang di bioskop tanah akhir. Ia juga bersyukur akhirnya ditemukan solusi untuk mengatasi kegaduhan yang terjadi dimana Agung Saputra selaku perwakilan dari rumah produksi Leo Pictures yang memproduksi film ini telah bertemu dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) guna merepons kritikan yang disampaikan Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Bidang Dakwah KH Cholil Nafis.
Pertemuan itu juga menghasilkam kesepakatan bahwa judul dan poster film Kiblat akan diganti. Leo Pictures pun berjanji akan segera mengganti judul dan poster film tersebut sebelum nantinya ditayangkan di bioskop guna meredam kegaduhan yang terjadi.
(Foto: Instagram/@moviezy.id)
"Saya berharap film Kiblat yang tengah menjadi sorotan ini dapat tetap tayang dengan penyesuaian arahan dari MUI. Alhamdulillah, saya mendapat info bahwa dari pihak rumah produksi sudah meminta maaf dan bersedia mengganti nama filmnya," ujarnya.
Menutup pesannya itu, Sandiaga menegaskan bahwa Kemenparekraf akan selalu mendukung film-film karya anak bangsa dengan catatan, tetap berada di jalur hukum dan norma yang berlaku.
"Kami di @kemenparekraf.ri akan terus mendukung industri film Indonesia agar mendorong ekonomi kreatif dan ciptakan lapangan kerja, tentunya sesuai dengan koridor hukum dan juga norma," pungkasnya.