Menurut Prof. Erlina, penularan utama virus ini memang melalui makanan dan kotoran manusia dalam bentuk droplet ketika batuk, bersin dan berbicara. Hal ini dikenal dengan istilah fekal-oral. Selain itu flu Singapura juga bisa menular lewat kontak langsung dengan luka atau cairan tubuh penderita.
“Bisa terjadi kontak langsung karena ada luka dan cairan tubuh penderita. Semakin buruk sanitasi maka semakin tinggi tingkat kontaminasi dan laju infeksi,” tuturnya.
Maka dari itu, di tengah melonjaknya kasus flu Singapura ini, sebaiknya para orangtua menjaga imunitas tubuh dan higienitas diri dan juga si kecil yang berpotensi tertular flu Singapura ini.
(Leonardus Selwyn)