Di Hadapan Forum ASEAN-UK, Sandiaga Sebut Sektor Ekraf Pilar Ekonomi Masa Depan

Nanda Dwi Cahyani, Jurnalis
Rabu 27 Maret 2024 15:03 WIB
Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: dok. Kemenparekraf)
Share :

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut sektor ekonomi kreatif (ekraf) sebagai salah satu lokomotif utama dalam mendorong kemajuan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan dalam ASEAN-UK Creative Economy Policy Roundtable.

Menurut Sandi, ekonomi kreatif merupakan pilar ekonomi masa depan seiring dengan peralihan dari ekonomi ekstraktif, menuju sesuatu yang lebih mengedepankan inovasi, adaptasi, dan kreativitas.

“Seluruh dunia pun telah mengakui ekonomi kreatif berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Dan resolusi ini juga menunjukkan potensi untuk peningkatan pendapatan, ekspor, hingga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat,” kata dia dalam 'ASEAN-UK Creative Economy Policy Roundtable' di AYANA Midplaza Jakarta, Selasa, 26 Maret 2024.

(Foto: dok. Kemenparekraf)

Data pada 2023 menunjukkan bahwa ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia sebesar USD24,32 miliar dan nilai tambah ekonomi kreatif mencapai Rp1.414 triliun atau setara dengan USD94 miliar. Angka tersebut dipengaruhi oleh tiga subsektor ekonomi kreatif unggulan tanah air yakni kuliner, fesyen, dan kriya.

“Kontribusi ekonomi kreatif di bidang kuliner mencapai 42 persen,” paparnya.

Di samping kemajuan pesat sektor ekonomi kreatif, tentu ada tantangan dan rintangan yang perlu diantisipasi dan disikapi dengan cermat. Keberadaan AI atau kecerdasan buatan juga dirasa berdampak terhadap terbukanya lapangan pekerjaan di masa depan.

“Namun, kami yakin beberapa bagian dari ekonomi kreatif akan membutuhkan waktu yang sangat lama agar AI dapat menyamainya. Misal kreativitas dan pemikiran inovatif manusia,” ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya