Rumah Sakit di Gaza Kekurangan Peralatan Medis, Banyak Pasien Patah Tulang dan Luka Terbuka Terlantar

Firly Aghisty Cahyarani, Jurnalis
Selasa 26 Maret 2024 21:28 WIB
Rumah sakit di Gaza memprihatinkan. (Foto: BBC)
Share :

PARA Pejabat Internasional melaporkan kondisi yang tengah terjadi di rumah sakit Gaza. Banyak pasien yang terlantar serta kekurangan perawatan medis yang memadai. Diperkirakan 2,3 juta penduduk di Gaza berisiko mengalami kelaparan, khususnya di wilayah utara yang terkena dampak oleh serangan tentara Israel.

Komite Penyelamatan Internasional telah menyaksikan kondisi yang memilukan di Rumah Sakit Gaza Eropa dekat Khan Younis. Banyak pasien yang mengalami luka serius akibat tidak mendapatkan pengobatan serta kekurangan makanan yang semakin memperburuk kondisi kesehatan mereka.

Tim medis darurat yang diorganisir oleh tiga kelompok bantuan menghabiskan waktu dua minggu untuk melakukan operasi dan perawatan lainnya di Rumah Sakit Gaza Eropa dekat Khan Younis. Kota di bagian selatan ini telah menjadi saksi pertempuran sengit antara pasukan Israel dan militan Palestina sejak awal 2024.

Merangkum dari Euronews, Selasa (26/3/2024) sebagian besar rumah sakit di Gaza terpaksa ditutup, bahkan ketika banyak orang yang terbunuh dan terluka setiap hari akibat serangan Israel. Namun, Israel menuduh Hamas menggunakan fasilitas medis untuk melindungi anggotanya dan telah melakukan penyusupan ke sejumlah fasilitas tersebut sejak awal perang.

Rumah sakit Gaza Eropa telah diperluas menjadi 1.000 tempat tidur dari kapasitas semula 200 orang. Tujuannya untuk menampung pasien dari Rumah Sakit Nasser yang merupakan rumah sakit utama di Khan Younis, yang diserang pasukan Israel bulan lalu. Diperkirakan 22.000 orang juga sedang berlindung di Rumah Sakit Gaza Eropa.

Para ahli bedah yang ada di rumah sakit tersebut melaporkan adanya luka terbuka besar yang menginfeksi pasien. Mereka harus memberikan pasokan nutrisi darurat kepada pasien karena kekurangan makanan membahayakan perawatan pasien.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis awal pekan ini, tim tersebut mengatakan petugas kesehatan terpaksa mengungsi karena tidak dapat mengakses rumah sakit. Pembatasan yang dilakukan Israel telah menyebabkan kekurangan pasokan medis, termasuk bahan-bahan dasar seperti kain kasa, pelat, dan sekrup yang digunakan untuk menstabilkan tulang yang patah.

Israel menuduh Hamas menggunakan rumah sakit dan fasilitas sipil lainnya untuk melindungi para pejuangnya dan telah menggerebek sejumlah fasilitas medis sejak awal perang. Sebagian besar rumah sakit di Gaza terpaksa ditutup, bahkan ketika banyak rumah sakit terbunuh dan terluka setiap hari akibat serangan Israel.

Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 32.000 warga Palestina. Para ahli telah memperingatkan bahwa akan lebih banyak lagi warga Palestina yang berisiko meninggal karena penyakit dan kelaparan akibat perang yang dimulai pada sejak 7 Oktober 2024.

Pada awal perang, militan yang dipimpin oleh Hamas menyerbu Israel dan telah menewaskan sekitar 1.200 orang serta menculik 250 orang, yang sebagian besar di antaranya adalah warga sipil.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya