MOMEN buka puasa tentunya paling dinantikan banyak orang. Sebab masyarakat sudah merasa lapar dan haus usai berpuasa seharian.
Akan tetapi, pada sebagian orang mungkin pernah merasakan rasa lapar yang berlebih padahal sudah makan dalam jumlah banyak. Lantas mengapa demikian?
Menurut Dokter sekaligus Healthy Educator, dr Nadia Alaydrus menjelaskan biasanya kondisi ini disebut dengan postprandial hiperglikemi, yang dimana kondisi tubuh memiliki konsentrasi gula atau glukosa dalam darah lebih banyak sehingga melebihi batas normal.
“Jadi ini tuh bisa aja ngalamin yang namanya postprandial hiperglikemi, jadi ini tuh kondisi banyaknya konsentrasi gula atau glukosa dalam darah setelah kita tuh makan melebihi batas normal. Jadi seseorang itu dikatakan postprandial hiperglikemi ketika kadar gula dalam darahnya lebih dari 7.8 mmol/L dalam 1-2 jam setelah makan,” kata dr Nadia, dikutip dari akun TikToknya @nadialaydrus, Minggu (24/3/2024).
Lantas bagaimana supaya gula darah yang dimiliki tidak langsung naik saat buka puasa?
Dokter Nadia menyarankan agar berbuka puasa menyantap makanan secara perlahan atau sesuai urutan yang sesuai. Karena menurut studi “Food intake sequence modulates postprandial glycemia” ada makanan yang disarankan untuk konsumsi berurutan pada tubuh manusia.
“Nih studi 'Food intake sequence modulates postprandial glycemia' yang membuktikan ternyata konsumsi sayur lebih dulu dalam keadaan perut kosong kemudian baru diikuti dengan protein, lemak, dan juga karbohidrat yang simple misalnya seperti nasi atau pasta dapat menyebabkan Postpradinal Glikemik yang cenderung lebih rendah atau flat dibandingkan mengkonsumsi karbohidrat di awal,” ucap dr Nadia.