"Selain itu, semakin sering si ibu hamil kerja hingga larut malam, semakin besar pula risiko kegugurannya," tambah laporan tersebut.
Penelitian Denmark di atas, sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa perempuan hamil yang bekerja hingga larut malam, bahkan walau hanya dua kali dalam seminggu, risiko kegugurannya meningkat.
Artinya, semakin sedikitnya jam istirahat perempuan hamil, maka dapat memengaruhi kesehatan janinnya. Tapi, kehamilan juga tidak menjadi alasan ibu hamil hanya berdiam diri dan tidak melakukan aktivitas apa pun.
Menjadi catatan adalah lakukan pekerjaan atau kegiatan secukupnya di masa kehamilan, khususnya di awal kehamilan. Kuncinya adalah, melakukan aktivitas secukupnya, tidak berlebihan dan tidak berdiam diri alias tak bergerak sama sekali.