Mengenal Bakteri Strep A yang Mewabah di Jepang

Tangguh Yudha, Jurnalis
Senin 18 Maret 2024 12:56 WIB
Mengenal bakteri strep A. (Foto: Freepik.com)
Share :

NEGERI Sakura, Jepang tengah dilanda kasus infeksi bakteri yang menyebar sangat cepat dan belum pernah terjadi sebelumnya. Ini disebabkan oleh bakteri yang yang dikenal sebagai Streptococcus pyogenes atau sering disebut sebagai strep A.

Mengingat sejarahnya yang sangat menakutkan, bakteri Strep A menjadi perbincangan hangat saat ini. Banyak yang bertanya-tanya tentang bakteri yang masih asing di telinga tersebut. Lantas apa itu bakteri Strep A?

Sebagaimana dihimpun dari The Conversation, Senin (18/3/224), bakteri Strep A merupakan bakteri yang masuk dalam kategori mematikan. Jumlah kematian akibat infeksi bakteri Strep A pada 2024 ini juga lebih tinggi dari biasanya, termasuk pada anak-anak.

Peningkatan signifikan pada pasien yang didiagnosis dengan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Strep grup A sebenarnya bukan hanya terjadi di Jepang, tapi juga di berbagai belahan dunia. Khususnya di Kanada, Public Health Ontario saat ini melaporkan peningkatan besar dalam kasus Strep A yang invasif.

Peningkatan kasus serupa juga telah dilaporkan di beberapa negara di Eropa, terutama terjadi pada anak-anak di bawah usia 10 tahun. Diketahui, bakteri Strep A hanya menyerang manusia, dan penyebarannya terjadi melalui tetesan udara serta kontak orang ke orang.

Berbagai penyakit yang disebabkan oleh organisme ini antara lain adalah infeksi saluran pernapasan seperti tonsilitis dan faringitis (gejala radang tenggorokan klasik), serta infeksi kulit superfisial dan infeksi kulit yang dikenal sebagai pioderma.

Namun, bakteri Strep A terkadang dapat berkembang menjadi infeksi invasif yang membahayakan nyawa pasien, seperti necrotizing fasciitis, septikemia (keracunan darah), dan sindrom syok toksik streptokokus.

Dalam menimbulkan berbagai macam penyakit di tubuh manusia, bakteri Strep A memiliki beberapa faktor yang mendorong infeksi dan memungkinkan bakteri menyerang, berkoloni, dan bertahan hidup di jaringan berbeda. Ini termasuk molekul seperti superantigen, eksotoksin, dan adhesin yang membantu patogen menghindari sistem kekebalan tubuh inang.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya