Padahal bila disiapkan paket-paket khusus, bukan tidak mungkin dapar menarik perhatian wisatawan Arab Saudi.
“Sedang kita bicarakan dengan stakeholder terkait, karena salah satu peluang yang selama ini belum terbuka adalah ketersediaan kursi saat jamaah Indonesia ke Arab Saudi tapi pesawat kembalinya itu kosong. Selain menimbulkan cost yang tinggi tetapi juga miss opportunity yaitu sebuah potensi yang hilang. padahal banyak sekali wisatawan dari Saudi itu keluar saat bulan haji. Jadi saat bulan haji ini justru mereka pergi ke Eropa, Amerika, dan Malaysia,” tuturnya.
Sejauh ini, Kemenparekraf sedang menyusun program dengan maskapai Garuda Indonesia dan Kementerian Agama, sehingga ketersediaan kursi kosong tersebut dapat terisi.
Kemenparekraf juga gencar mempromosikan produk-produk pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia di beberapa kegiatan seperti Arabian Travel Maret yang akan diselenggarakan Mei mendatang.
“Jadi kami sangat optimis akan ada peningkatan dan kembali ke angka sebelum (pandemi) Covid. Wisata yang paling diminati oleh wisatawan Arab Saudi ini adalah wisata alam. Kita sekarang punya destinasi super prioritas yang cuacanya sangat sejuk seperti Danau Toba, Borobudur, Bukit Menoreh juga banyak menarik perhatian wisatawan dari Arab Saudi. Ini yang akan kita pasarkan untuk wisatawan dari Timur Tengah terkhusus dari Arab Saudi,” pungkasnya.
(Rizka Diputra)