“Pertama lingkungan yang mendukung itu seperti tanah yang kaya akan spora Bacillus Anthracis tadi ini yang memicu wabah berulang. Kedua, praktik peternakan yang tidak tepat, tidak higienis, kurang kebersihan dalam peternakan termasuk dalam bangkai ternak yang tidak benar ini yang menjadi isu bagi banyak negara berkembang atau miskin ya termasuk Indonesia yang bisa meningkatkan risiko penyebaran antraks,” ucap dr Dicky.
Oleh karena itu, dr Dicky mengatakan sistem pemantauan dan pengendalian penyakit ini harus ditingkatkan pada level yang memadai sehingga bisa mendeteksi atau mitigasi potensi wabah.
(Leonardus Selwyn)