Saat seseorang mengalami keracunan tetrodotoxin karena memakan ikan buntal, orang tersebut akan mengalami mati rasa pada bibir dan mulut diikuti kesemutan pada ekstremitas, bicara tidak jelas, ketidakseimbangan motorik, kelemahan otot, dan kelumpuhan pada kurun waktu 20 menit hingga dua jam pertama.
Saat keracunan sudah mencapai tahap parah, maka orang tersebut akan mengalami kematian karena gagal napas maupun gagal jantung.
(Foto: Pexels/Juanita Theron)
Secara umum, tetrodotoxin tersebar di bagian gonad, hati, usus, dan kulit ikan buntal. Pada beberapa spesies, racun ini juga ada di bagian daging. Itulah sebabnya, perlu ketelitian ekstra saat mengolah ikan ini agar terhindar dari racun.
Lebih parahnya lagi, hingga kini belum ada obat pasti untuk mengobati keracunan tetrodotoxin. Satu-satunya cara adalah dengan menghindari mengonsumsi ikan buntal, daripada harus mati konyol.
(Rizka Diputra)