WARGA Desa Ratte, Kecamatan Tubbi Taramanu, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat dihebohkan oleh penemuan ular piton berukuran panjang sekira tujuh meter di sebuah area perkebunan.
Penangkapan ular sanca batik yang terjadi pada Rabu, 6 Maret 2023 pagi itu berlangsung dramatis karena besarnya ukuran ular tersebut.
Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram, @polman_update, nampak sejumlah pria membawa parang mengelilingi ular yang diduga sudah mati itu.
Ular piton tersebut memiliki motif unik dan perutnya nampak lebih besar diduga baru saja menelan hewan ternak milik warga. Benar saja, saat perut ular itu dibelah, ditemukan seekor anak sapi.
"Warga berhasil menangkap ular tersebut lalu membelah bagian perutnya dan menemukan satu ekor sapi yang sudah dimangsa," tulis keterangan video.
(Foto: Instagram/@polman_update)
Video ini menuai beragam komentar dari warganet yang kebanyakan ngeri dengan penampakan ular berukuran besar tersebut.
"Tutar masih penuh dengan Misteri," tulis @trywys*****
"Ini sudah masuk kategori anaconda kalo begini besarnyað®," timpal @ahmad_rifai****
"Kukira cuma d Amazon sm Kalimantan ada ular sebesar ini, ada pale juga d Polman ð¥´," sebut @aimnoo*****.
Ular piton atau sanca batik merupakan ular terpanjang di dunia dan tidak berbisa yang berasal dari Asia Tenggara dan Selatan.
Ia adalah ular yang besar dan cantik, dan hanya karena tidak berbisa bukan berarti mereka tidak berbahaya di tangan yang salah. Ular-ular ini adalah salah satu dari sedikit ular yang diketahui pernah menelan manusia.
Mengutip AZ Animals, ular piton masuk anggota famili Pythonidae, sepupu ular seperti ular piton Burma, piton bola, dan piton pohon hijau. Nama ilmiahnya adalah Malayopython reticulatus.
Genusnya, Malayopython, mengacu pada status morfologi dan genetiknya sebagai spesies saudara dari genus piton. Reticulatus adalah nama spesifiknya dan menggambarkan tanda serta pola warnanya yang seperti jaring.
(Foto: Instagram/@polman_update)
Pada 1801, seorang naturalis Jerman, Johann Gottlob Theaenus Schneider mendeskripsikan dua spesimen yang terletak di Museum Göttingen.
Ia percaya bahwa piton adalah spesies yang berbeda karena pola mereka sedikit berbeda satu sama lain. Schneider menyebut mereka termasuk Boa rhombeata dan Boa reticulata.
Ular jenis ini juga memiliki pola warna sangat beragam, dan banyak variasinya dapat didasarkan pada lokasi. Namun, ada tiga subspesies, dan dua di antaranya merupakan spesies kerdil yang hidup di pulau-pulau.
(Rizka Diputra)