JEPANG mengalami penurunan angka kelahiran secara signifikan. Peneliti di Jepang menyatakan 68 persen pasangan tidak lagi aktif, bahkan sama sekali tidak melakukan hubungan intim. Penyebab utamanya, yaitu kurang minat memiliki anak, kelelahan bekerja, dan menganggap aktivitas seksual sebagai sesuatu yang 'menyusahkan'.
Direktur Asosiasi Keluarga Berencana Jepang (JFPA) Kunio Kitamura mengindikasikan bahwa adanya tren menuju ketiadaan aktivitas seksual tidak akan berhenti. Sebuah penelitian Raison d'être itu, melibatkan sekitar 4.000 responden untuk menjawab pertanyaan tentang kehidupan seksualnya.
Pada semua kelompok umur, sebanyak 43,9 persen mengatakan hampir tidak lagi menjalani hubungan intim, sedangkan 24,3 persen mereka sama sekali tidak melakukannya. Hal ini terjadi pada pasangan yang sudah menikah antara usia 20 dan 30 tahun.
Berdasarkan hasil survei, pernikahan di Jepang kurang memprioritaskan hubungan seksualnya dan diakui oleh wanita berusia 30 tahun sebanyak 67 persen. Sementara persentase pada pria meningkat 18 persen dari 5,3 persen. Meski demikian, para responden menyatakan hubungan dengan pasangannya sangat baik.
“Dalam studi pertama 2004, kami menetapkan setidaknya 31,9 persen pasangan menikah tidak melakukan hubungan seksual. Angka tersebut meningkat setiap tahun hingga 2020,” kata Kitamura, dikutip dari This Week in Asia, Kamis (15/2/2024).
Menurut penelitian terbaru JFPA, polling tertinggi menjawab bahwa wanita di Negeri Sakura menganggap hubungan intim sebagai pengganggu. Sementara, responden lain menyatakan ketidakinginan untuk melakukan kontak fisik setelah melahirkan dan terlalu lelah bekerja, serta kurang tertarik dengan kehamilan.
“Ada beberapa alasan mengapa pernikahan kami kurang memiliki keintiman. Suami saya memiliki pekerjaan yang sangat menuntut fisik, dia bekerja pada waktu yang berbeda-beda, baik siang maupun malam. Oleh karena itu, kami sulit memiliki rutinitas yang teratur,” tutur Amie (30), saat diwawancarai The Week in Asia di Tokyo.
Amie membagikan pengalaman ketika dirinya dan suami berusaha memiliki keturunan. Namun, upayanya tidak membuahkan hasil dan memutuskan untuk berhenti. Selain itu, Amie juga bekerja paruh waktu sehingga sulit mendapatkan waktu yang tepat dengan pasangan.
Selain Amie, Taka (40) mengaku merasa kelelahan bekerja dapat menurunkan gairah intim. Dia bekerja sepanjang hari, lalu menghabiskan akhir pekan bersama anak-anak. Beberapa pasangan lain, seperti Keiko (40) mengungkapkan hubungannya telah berpisah sejak buah hati mereka pindah. Kini, dia tengah mempertimbangkan perceraian setelah adanya perbedaan dengan pasangan.