Alami Biang Keringat? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Wulan Savitri, Jurnalis
Rabu 14 Februari 2024 13:04 WIB
Gejala dan cara menangani biang keringat. (Foto: Freepik.com)
Share :

MENGENAL biang keringat (miliaria) adalah ruam kecil atau benjolan gatal yang muncul ketika keringat terperangkap di kulit. Penyakit ini umumnya menyerang orang dewasa, terutama pada kondisi cuaca yang panas dan lembap.

Dilansir dari Mayo Clinic, Rabu (14/2/2024), umumnya biang keringat menghilang setelah kulit mengalami penurunan suhu. Adapun beberapa jenis ruam panas yang kerap dialami individu, seperti miliaria rubra dan miliaria kristalina.

Jenis miliaria rubra ditandai adanya kumpulan ruam kecil meradang dan menyebabkan rasa gatal. Sementara itu, miliaria kristalina, berupa benjolan bening berisi cairan, tetapi tidak menimbulkan rasa sakit atau gatal.

Gejala Biang Keringat

Umumnya, orang dewasa mengalami biang keringat di lipatan kulit yang bergesekan dengan pakaian. Sementara pada bayi, ruam ini timbul di sekitar leher, bahu, dan dada. Kemungkinan juga dapat muncul di ketiak, lipatan siku, dan selangkangan.

Adapun jenis-jenis biang keringat memiliki gejala yang berbeda-beda, antara lain:

1. Miliaria kristalina

Bentuk ruam panas yang paling ringan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran keringat di permukaan kulit (pori keringat). Bentuk ini ditandai dengan benjolan kecil, bening, dan berisi cairan yang mudah pecah.

2. Miliaria rubra

Bentuk yang lebih dalam di kulit, ditandai berupa benjolan kecil meradang, rasa gatal, atau sensasi tusukan di area yang terkena biang keringat.

3. Miliaria pustulosa

Bentuk ruam panas ini berkembang dari miliaria rubra. Terkadang, jenisnya dapat diidentifikasi dengan adanya nanah di dalam benjolan.

4. Miliaria profunda

Salah satu ruam panas paling jarang ditemukan. Jenis biang keringat ini mempengaruhi lapisan kulit terdalam (dermis) dan memicu benjolan meradang, nyeri, atau gatal.

Penyebabnya

Biang keringat terjadi ketika saluran yang menghubungkan kelenjar keringat ke permukaan kulit tersumbat atau meradang. Hal ini mengakibatkan pembukaan saluran keringat di permukaan kulit (pori keringat) terhambat. Maka dari itu, keringat tidak dapat menguap, melainkan terperangkap di bawah kulit dan menyebabkan iritasi dan benjolan pada kulit.

Dikutip dari WEBMD, berikut ini penyebab ruam panas yang paling sering terjadi, meliputi:

1. Perubahan hormonal

2. Aliran udara antara kulit dan pakaian tidak mencukupi

3. Folikel rambut menghalangi kelenjar keringat

4. Sel kulit mati terperangkap di pori-pori

5. Keringat berkumpul di antara kulit dan pakaian

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya