CARA mengobati nyeri dada setelah lari akan diulas dalam artikel ini. Beberapa individu kerap kali kesulitan bernapas selepas berolahraga. Umumnya rasa sakit disertai sesak disebabkan akibad kekurangan aliran darah ke otot jantung.
Nyeri dada dapat berlangsung singkat dalam beberapa waktu. Profesor Kardiologi dari Fakultas Kedokteran Zucker di Hofstra, dr. David Friedman, mengungkapkan berbagai kemungkinan penyebab nyeri, mulai dari yang ringan hingga berpotensi mengancam nyawa.
Meskipun demikian, penting bagi setiap individu untuk mengenali tanda atau gejala yang menunjukkan adanya nyeri dada atau tekanan ketika berlari. Dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (13/2/2024), berikut Okezone merangkum lima cara mengobati nyeri dada setelah lari. Yuk disimak!
1. Beristirahat
Segera istirahat jika Anda mengalami otot tertarik atau tegang. Aktivitas fisik yang memberatkan, menahan napas dalam-dalam, dan berlari dengan cepat dapat menyebabkan stres pada otot dada.
Maka dari itu, Ahli Fisiologi Olahraga, Janet Hamilton menyarankan ketika lari, Anda dapat mengambil napas dua langkah dan mengeluarkannya dalam tiga langkah. Hal ini akan mengurangi otot tegang selama aktivitas fisik.
2. Ambil posisi nyaman
Berbaringlah dengan nyaman, pastikan kepala menghadap ke atas. Hindari membungkukkan bahu dan membusungkan dada untuk mengurangi risiko peningkatan rasa nyeri. Selain itu, perlambat pernapasan Anda, usahakan untuk merilekskan bahu, dan perlahan-lahan kembangkan dada secara optimal.
3. Gunakan obat-obatan
Menurut Ahli Jantung dan Olahraga, Tamanna Singh, MD, penggunaan obat-obatan untuk mengatasi nyeri, seperti obat antiinflamasi nonsteroid dapat membantu gangguan pencernaan dan nyeri dada. Jika memiliki aspirin dewasa, ambilah satu tablet. Selain itu, segera gunakan inhaler apabila Anda memiliki riwayat penyakit Asma.