SEJAK Rumah Sakit Al-Shifa berhenti beroperasi pada November 2023. Kini fasilitas kesehatan terbesar di Kota Gaza itu menjadi tempat pengungsian sekitar 50.000 orang. Tim medis pun tetap berupaya mempertahankan akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Kepala Kegiatan Medis Médecins Sans Frontières (MSF) di Gaza, Aurélie Godard, turut mengunjungi RS Al-Shifa sebagai bagian dari konvoi yang diselenggarakan PBB pada 22 Januari 2024 untuk mengirimkan 19.000 liter pasokan bahan bakar.
“Bahan bakar ini sangat penting karena digunakan untuk menjalankan generator yang memasok listrik ke rumah sakit,” ujar Aurélie Godard, dikutip dari MSF, Selasa (6/2/2024).
Selama perjalanan, Godard dihentikan oleh kerumunan anak muda meminta air dan makanan. Namun, kendaraannya hanya mengangkut bahan bakar. Dia pun mengaku kesulitan melewati kerumunan orang yang kelaparan.
Setibanya di tempat pengungsian, tim MSF diberikan informasi bahwa ada pasien yang meninggal lantaran tidak mendapatkan transfusi darah. Saat itu, bank darah di rumah sakit tidak tersedia, bahkan para medis bekerja dalam kondisi yang sulit.
“Rumah Sakit Al-Shifa masih digunakan masyarakat, tetapi kondisi di sana mengalami kerusakan parah dan hampir tidak berfungsi seutuhnya. Kami melihat infusan pasien tergantung langsung di dinding rumah sakit,” ucapnya.
Meskipun demikian, tenaga kesehatan di rumah sakit berhasil menjalankan kembali ruang gawat darurat untuk merawat pasien. Sebagian lainnya digunakan oleh pengungsi yang berlindung mencari keselamatan.
“Tim medis berusaha melakukan operasi, meski terhambat kekurangan tempat tidur, bahkan ruangan dokter digunakan pasien yang mengalami kondisi kritis. Kebanyakan pasien di sini (RS Al-Shifa) menderita penyakit kronis dan korban luka-luka akibat serangan Israel. Selama kunjungan, kami kerap mendengar ledakan tidak jauh dari rumah sakit,” tuturnya.
Godard menuturkan tenaga kesehatan di rumah sakit yang terdiri dari banyak relawan, termasuk dua dari MSF, berhasil menyiapkan tiga ruangan untuk operasi darurat. Sementara itu, staf medis berniat membuka kembali unit perawatan intensif untuk memantau pasien secara efektif.
“Staf di RS Al-Shifa mengalami kesulitan merawat pasien karena kebutuhannya sangat besar, baik pasokan oksigen, listrik, peralatan medis, maupun sekadar makanan. Jumlah pasien sangat tinggi, mereka menghadapi kesulitan operasional yang harus segera diatasi,” katanya.
Dengan demikian, bahan bakar yang disalurkan sebanyak 19.000 liter akan memasok rumah sakit selama hampir seminggu. Godard juga menegaskan bahwa kebutuhan bahan bakar per hari diperlukan sekitar 3.000 liter. Berdasarkan kunjungannya, dia terharu melihat keterkejutan para pasien, keluarga pengungsi, dan staf saat melihat orang-orang baru.
(Leonardus Selwyn)