PASUKAN Israel kembali memantapkan misinya untuk menyerang warga Palestina yang sedang berada di Rumah Sakit. Pada kali ini mereka menyamar sebagai staf medis dan warga sipil. Mereka pun berhasil membunuh tiga orang Palestina di sebuah rumah sakit di Kota Jenin.
Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, penyerangan itu terjadi ketika orang-orang dalam keadaan tertidur, sehingga dalam keadaan tak berdaya pasukan Israel memanfaatkan keadaan dengan menembaki mereka.
Lewat rekaman CCTV yang terdapat di Rumah Sakit, sebanyak 12 orang pasukan Israel menyamar untuk mengelabui warga Palestina, tiga diantaranya menggunakan pakaian wanita, dan dua lainnya berpakaian seolah staf medis di Rumah Sakit tersebut.
Tidak hanya itu, sesekali mereka juga terlihat mondar-mandir melalui koridor Rumah Sakit dengan menggunakan senapan serbu militer Israel mengidentifikasi salah satu orang yang terbunuh yakni Mohammad Jalamneh, berusia 27 tahun yang di klaim sebagai sosok pelaku penyerangan dan telah mentransfer senjata dan amunisi kepada anggota lain.
“Sebuah senjata ditemukan pada orang yang dicari, yang disita oleh pasukan,” kata tentara, dikutip dalam laman Al Jazeera, Kamis (1/2/2024).
Lebih lanjut, Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kejahatan yang dilakukan oleh tentara Israel adalah suatu hal yang tidak akan terjawab. Bahkan mungkin kondisi ini merupakan bagian dari kelanjutan dari kejahatan penduduk yang sedang berlangsung terhadap orang-orang kita dari Gaza ke Jenin.
Hamas mengkonfirmasi bahwa Jalamneh adalah salah satu anggotanya. Brigade Jenin yang mencangkup sejumlah kelompok perlawanan bersenjata Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dua dari tiga pria itu adalah anggota Jihad Islam.
Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk kejadian tersebut. Kini, ribuan orang Palestina memadati jalan-jalan Jenin untuk melakukan upacara pemakaman ketiga pria tersebut. Mereka akan di makamkan di kamp pengungsi Jenin.
Atas kejadian tersebut sejumlah warga yang mengenal sosok pemuda itu sangat kehilangan, terlebih mereka adalah sosok yang dikenal baik dan dicintai oleh semua orang.
“Terakhir kali saya melihat mereka adalah kemarin malam saat saya berada di Rumah Sakit,” kata seorang Ibu dari saudara-daura Ghazawi.
“Saya masih bangun pagi ini tetapi ketika saya mendengar bahwa pasukan khusus menyerbu Rumah Sakit, ternyata mereka terbunuh saat mereka tertidur,” katanya.
(Leonardus Selwyn)