5. Berpura-pura ramah
Menghadapi penipu yang menyamar sebagai staf ramah atau bahkan sebagai pemilik vila sebenarnya adalah situasi yang mungkin terjadi. Untuk mengurangi risiko ini, berhati-hatilah terhadap komunikasi melalui email dan pertimbangkan untuk beralih ke percakapan telepon.
Pertukaran informasi melalui telepon rumah, daripada telepon seluler, dapat memberikan tingkat keamanan tambahan.
Pastikan untuk memverifikasi bahwa kode panggilan telepon tersebut sesuai dengan lokasi yang diindikasikan. Menelepon pemilik vila secara langsung juga merupakan langkah yang baik untuk memastikan keabsahan transaksi.
6. Perhatikan materi pemasaran
Materi pemasaran yang culas ialah salah satu ciri umum dari website penipuan. Penipu sering kali menggunakan teknik menyalin dan menempel untuk menciptakan kesan keaslian. Mereka dapat mengambil kutipan atau informasi dari perusahaan perjalanan asli dan menggunakannya sebagai bagian dari materi pemasaran mereka sendiri.
7. Pembayaran via transfer
Membayar layanan dengan kartu kredit atau debit umumnya memberikan perlindungan, karena anda memiliki kemampuan untuk menuntut kembali pembayaran jika terjadi penipuan.
]Sebaliknya, melakukan pembayaran melalui transfer bank langsung dapat meningkatkan risiko, karena hal ini seperti menyerahkan uang secara tunai tanpa banyak mekanisme perlindungan.
(Rizka Diputra)