Ketika pasien mengalami hal itu, dr Erlina mengatakan dokter harus menghentikan penggunaan obat tersebut. Kemudian dokter akan melakukan uji alergi kepada pasien.
“Dokter juga melakukan challenge seperti diobati alerginya, diberikan obat anti radang, maupun anti alergi. Lalu ada percobaan memberikan obatnya satu per satu untuk tahu obat mana yang membuat alergi,” tuturnya.
Dokter Erlina menambahkan biasanya pada saat memulai pengobatan, dokter memberikan dosis serendah mungkin. Jika tidak ada reaksi yang buruk, maka dosis akan dinaikkan secara bertahap sampai didapatkan dosis yang optimal.
“Jadi banyak cara ya untuk mengatasi alergi obat tuberkulosis. Bisa distop sama sekali atau diberikan secara bersamaan dengan anti alergi, anti gatal, atau anti radang. Konsultasikan ke dokter Anda ya. Kalau dari pengalaman saya, alergi obat tuberkulosis dapat diobati,” tuturnya.
(Leonardus Selwyn)