Dijelaskan lebih lanjut, Dr. Mesty menyarankan justru setidaknya anak memanfaatkan 20 persen dari waktu aktivitas kesehariannya untuk menggunakan dua bahasa dalam berkomunikasi dengan orang terdekatnya. Hanya dengan anak mencoba mengucapkan beberapa kata saja pun bisa membantu kemampuan berbahasanya.
“Idealnya memang di satu tahun pertama itu kalau bisa mengenalkan bahasa lain, ya dikenalkan. Minimal 20 persen dari waktu keseharian anak itu. Misalnya kan sehari dia beraktivitas itu 10 jam, berarti 2 jam dalam sehari itu dengan bahasa keduanya,” jelasnya.
Jika kebiasaan ini diterapkan secara konsisten ke dalam keseharian anak, secara perlahan anak akan memahami bahasa keduanya tanpa perlu khawatir anak akan kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi dengan bahasa ibunya.
Menurut Dr. Mesty, waktu yang paling tepat untuk mengajarkan bahasa lain pada anak yaitu bisa saat sore hari atau pun sebelum tidur. Orangtua juga bisa mengajarkan bahasa lain pada anak dengan melalui buku cerita.
“Jadi sempatkan waktu main sore atau sebelum tidur itu bisa pakai bahasa lainnya,” pungkas dr. Mesty
(Rizky Pradita Ananda)