Selain itu, dr Dicky juga mengatakan pihak perusahaan perlu memperhatikan teknologi yang bisa meminimalisir flaring atau dampak terjadinya masalah. Sehingga setelah hal itu dilakukan, kegiatan monitoring emisi perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Pentingnya ada community health surveilans nya bekerjasama dengan Puskesmas atau Institusi kesehatan setempat, ini untuk mendeteksi setiap potensi isu kesehatan yang dikaitkan dengan paparan selama aktivitas flaring ini, dan tentu termasuk cek kesehatan dan skrining yang perlu dilakukan,” ucapnya.
Lebih lanjut, dr Dicky juga mengatakan secara umum sebetulnya yang penting diingat kembali pada sebagian besar pabrik adalah bahwa adanya zona hijau, dengan menanam pohon di sekitar pabrik maka akan membantunya sebagai natural barrier, yang berfungsi sebagai absorpsi filter polutan yang dikeluarkan.
(Leonardus Selwyn)