Rumah Sakit Gaza Kian Mengenaskan, Jadi Tempat Mengungsi Ribuan Warga Palestina

Chindy Aprilia Pratiwi, Jurnalis
Kamis 18 Januari 2024 11:00 WIB
Perang Israel dan Palestina. (Foto: Freepik.com)
Share :

DOKTER Ahli Bedah asal Kanada, dr. Yasser Khan mengatakan daerah di sekitar rumah sakit di Gaza kini telah menjadi 'kota orang-orang terlantar'. Sebab ribuan orang Palestina berkumpul mencari perlindungan dari kekerasan tentara Israel.

"Orang-orang telah menyiapkan tempat penampungan darurat yang mereka buat dengan selimut," kata dr Khan, dikutip dalam laman CBC Radio, Kamis (18/1/2024).

"Keluarga dari enam, tujuh, delapan orang yang tinggal di alun-alun kecil ini ditutupi oleh seprai untuk privasi,” katanya.

Di dalam rumah sakit, para staf sedang berjuang untuk merawat lebih dari seribu pasien di fasilitas yang biasanya memiliki 250 tempat tidur. Tidak hanya itu, bahkan beberapa pekerja kesehatan telah memindahkan seluruh keluarga mereka ke rumah sakit, untuk tinggal di kamar asrama kecil. Sehingga membuatnya semakin tiada hentinya untuk terus bekerja selama setiap hari penuh.

"Ada orang di mana-mana. Semua orang batuk. Setiap orang memiliki penyakit pernapasan. Kemungkinan besar semua orang kehilangan sesuatu,” ucapnya.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini hanya ada 13 dari 36 rumah sakit yang berfungsi sebagian, sementara 21 lainnya telah berhenti beroperasi.

Koordinator Tim Medis Darurat WHO di Gaza, Sean Casey menambahkan intensifikasi permusuhan yang terjadi sangat mengkhawatirkan. Karena sangat dekat dengan Rumah Sakit Eropa dan fasilitas medis lainnya. Untuk itu, pihaknya tidak ingin kehilangan fasilitas kesehatan saat ini, dan mencari cara agar mereka dengan keadaan aman dan terlindungi.

Di sisi lain, Ahli bedah trauma Kanada, dr. Anas Al-Kassem juga baru saja kembali dari Gaza. Minggu lalu dia mengatakan kepada CBC News bahwa setidaknya setengah dari orang yang terluka saat ini menjalani perawatan bersamanya. Mayoritas orang yang menjadi korban adalah anak-anak.

Akibat sumber daya yang terbatas dia mengatakan tenaga kesehatan dipaksa untuk membuat penilaian cepat atau pemeriksaan tentang siapa yang bisa mereka selamatkan.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya