BEREDAR video mengerikan yang menunjukkan seorang pria tewas di dalam mesin pesawat Delta Airlines. Pria itu menerobos pintu keluar darurat dan pergi ke bandara pada menit-menit terakhir.
Pada tahun baru, Kyler Efinger (30) asal Park City, Amerika Serikat tewas setelah masuk ke turbin pesawat. Insiden terjadi saat Efinger menunggu pesawat lepas landas di Bandara Internasional Salt Lake City berpenumpang 100 orang.
Efinger terlihat berlari ke pintu yang tertutup di gerbang dan mencoba membukanya, dalam video yang baru-baru ini dirilis oleh Departemen Bandara Salt Lake City.
Dia sempat berbicara singkat dengan seorang pegawai bandara sebelum bergegas keluar ruangan untuk memukul jendela dengan sepatunya.
Kemudian dari rekaman kamera yang berbeda, dia mencoba sekali lagi untuk membuka pintu kedua menuju pintu keluar darurat.
Kamera pencitraan termal merekam video, menunjukkan Efinger berlari menuju pesawat yang sedang berjalan perlahan.
Video tambahan memperlihatkan dia turun di bandara, melewati keamanan, memasuki terminal, dan berlari keluar gerbang sambil melemparkan barang-barangnya.
Keluarga Efinger mengaku, sebelum Efinger dijadwalkan terbang ke Denver untuk mengunjungi kakeknya yang sakit, pria itu mengalami krisis kesehatan mental.
"Dia ditahan di tempat aman, ketinggalan pesawat, dan panggilan telepon itu, saya hanya tahu itu akan terjadi. Mereka menyebutnya fase manik. Itu tidak akan pernah berakhir baik baginya,” kata ayahnya, Judd Efinger.
Judd menambahkan, insiden Efinger ialah terburuk yang pernah ada. Efinger ditemukan di dalam mesin sayap pesawat.
Dia ditemukan setelah manajer bandara melaporkan adanya masalah di sisi terminal sebelum jam 22.00 waktu setempat.
Selain itu, para pejabat menyatakan bahwa Airbus A220-100 telah menghilangkan es di mesin sebelum penerbangan ke San Francisco, AS. Pihak bandara awalnya menyatakan mesin sudah mati, tetapi saat Efinger ditemukan mesin masih menyala.
Anggota Kepolisian Salt Lake City dan staf bandara menemukan barang-barang pribadi, seperti pakaian dan sepatu yang tertinggal di landasan pacu.
Efinger dikeluarkan dari penutup mesin, yang mengarahkan udara ke area kipas mesin oleh petugas pertolongan pertama.
Mereka berusaha menyelamatkan nyawanya dengan memberi nalokson, tetapi dia dinyatakan meninggal di tempat. Penyebab pasti dan cara kematiannya masih belum diketahui oleh kantor pemeriksa medis.
Pelanggaran keamanan dan kematian saat ini sedang diselidiki oleh polisi, Administrasi Penerbangan Federal, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, dan Administrasi Keamanan Transportasi.
(Rizka Diputra)