"Sebab, berapa dosis yang diperlukan, mekanisme kerjanya bagaimana, efek samping keluar ada di dosis berapa, (informasi) itu masih belum ada, sehingga belum dapat izin internasional,” lanjutnya.
Dokter Ratna melanjutkan, kalau hasil penelitian terkait suntik putih belum ada, dokter seharusnya tidak berani pakai dan masyarakat semestinya tidak melakukannya.
"Prinsipnya seperti itu," tegas dr. Ratna lagi.
Dalam kesempatan yang sama, jika memang ingin melakukan treatment mencerahkan kulit, dr Ratna lebih menyarankan terapi laser. Menurutnya itu lebih aman.
"(Terapi) Laser itu lebih aman. Hasilnya lebih cepat, 2 kali laser hasil sudah bagus daripada injeksi (suntik putih) 10 kali (hasilnya) belum tentu kelihatan," paparnya.
"Suntik putih juga berisiko sebabkan masalah hati dan ginjal, karena secara umum kandungan di dalam produk suntik putih dapat membuat kerja hati dan ginjal semakin berat," pungkas dr. Ratna
(Rizky Pradita Ananda)