Menurutnya, melakukan pengecekan menggunakan tes tersebut terbilang penting untuk memonitor kadar gula darah. Sehingga apabila pasien didapati gula darah tinggi, dapat menjadi indikasi seseorang terkena diabetes.
“Diabetes itu dicegahnya harus di Puskesmas, jadi di cek darahnya, kalau sudah di atas 200, dikasih obat, obatnya gratis,” tutur Menkes Budi.
Lebih lanjut, karena cara ini dinilai efektif dan juga efisien dalam segi penanganan dibandingkan di rumah sakit, maka Menkes menyebut cara itu bisa mengatasi diabetes sejak dini dengan biaya yang murah, dan pasien tidak perlu lagi datang ke rumah sakit untuk mendapat penanganan sebab di puskesmas juga sudah bisa dilakukan.
(Leonardus Selwyn)