Penderita Diabetes di Sulawesi Tengah Cukup Tinggi, Kemenkes Beberkan Alasannya

Chindy Aprilia Pratiwi, Jurnalis
Senin 08 Januari 2024 17:00 WIB
Kasus diabetes di Sulawesi Tengah cukup tinggi. (Foto: Freepik.com)
Share :

MENTERI Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin meminta seluruh puskesmas yang berada di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, untuk memaksimalkan perannya dalam melakukan pencegahan diabetes sejak dini.

Sebab, pada wilayah tersebut diketahui memiliki angka penderita diabetes cukup tinggi. Setidaknya pada 2023 dari data yang didapat, penderita di wilayah itu mencapai 9.775 orang.

Direktur RSUD Ampana, Niko mengatakan penyebab dari tingginya angka diabetes di wilayahnya akibat belum tersedianya pemeriksaan HbA1c di Kabupaten Tojo Una-Una, sehingga membuat penderitanya semakin banyak dan mendominasi ruang rawat inap.

“Di sini, paling banyak yang dirawat diabetes. Kalau untuk rawat jalan, paling banyak masalah lambung,” kata.Niko, dikutip dalam keterangan resmi Kemenkes, Minggu 7 Januari 2024.

Kondisi itu juga didukung dengan pernyataan Sekretaris Daerah Kabupaten Toji Una-Una, Souvianur Kure yang menjelaskan bahwa pemeriksaan gula sebetulnya sudah dijalankan. Hanya saja, khusus pemeriksaan HbA1c atau hemoglobin terglikasi belum tersedia di wilayahnya.

“Mulai tahun ini kami anggarkan,” ucap Souvianur.

Oleh karena itu, Menkes menyebut salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan pelayanan kesehatan, melalui pemeriksaan gula darah menggunakan alat hematoanalyzer, yang saat ini telah tersedia di puskesmas.

Menurutnya, melakukan pengecekan menggunakan tes tersebut terbilang penting untuk memonitor kadar gula darah. Sehingga apabila pasien didapati gula darah tinggi, dapat menjadi indikasi seseorang terkena diabetes.

“Diabetes itu dicegahnya harus di Puskesmas, jadi di cek darahnya, kalau sudah di atas 200, dikasih obat, obatnya gratis,” tutur Menkes Budi.

Lebih lanjut, karena cara ini dinilai efektif dan juga efisien dalam segi penanganan dibandingkan di rumah sakit, maka Menkes menyebut cara itu bisa mengatasi diabetes sejak dini dengan biaya yang murah, dan pasien tidak perlu lagi datang ke rumah sakit untuk mendapat penanganan sebab di puskesmas juga sudah bisa dilakukan.

(Leonardus Selwyn)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya