PERAIRAN sekitar Pulau Yonaguni di Jepang menyimpan reruntuhan kota berusia lebih 10.000 tahun. Reruntuhan yang menjulang tinggi itu diyakini dibangun oleh peradaban yang hilang.
Keajaiban bawah laut ini terdiri dari monumen bertumpuk membentuk piramida. Bersama dengan struktur yang menyerupai sisa-sisa kastil, kuil, dan stadion.
"Struktur tersebar terlihat seperti piramida berundak monolitik yang rumit dan menjulang dari kedalaman 25 meter atau 82 kaki," ungkap ahli biologi kelautan, Masaaki Kimura, mengutip Indy100.
Saat itu, Kimura telah memetakan bangunan aneh tersebut selama lebih dari 15 tahun. Setiap kali menyelam untuk melihatnya, ia menjadi semakin yakin bahwa bangunan tersebut adalah bagian dari kota kuno.
(Foto: dok. Frank Engel)
Menurut laporan BBC, ia dan yang lainnya berpendapat bahwa pulau tersebut mungkin dibangun oleh masyarakat Jomon di negara tersebut.
Masyarakat Jomon adalah para pemburu pengumpul yang mendiami pulau tersebut sejak tahun 12.000 SM. Namun, tidak semua orang yakin dengan gagasan tentang 'Atlantis Jepang'.
Robert Schoch, seorang profesor di Universitas Boston, AS, yang telah menjelajahi situs tersebut sendiri, mengatakan bahwa ia yakin monumen itu bukan buatan manusia.
"Ini adalah geologi dasar dan stratigrafi klasik untuk batupasir, yang cenderung pecah di sepanjang bidang dan menghasilkan tepian yang sangat lurus. Terutama, di daerah dengan banyak patahan dan aktivitas tektonik,” jelas Robert.
Demikian pula, profesor Universitas Boston menegaskan bahwa lubang dan tanda pada bebatuan kemungkinan besar disebabkan oleh pusaran bawah air atau makhluk laut.
“Profesor Kimura mengatakan dia telah melihat semacam tulisan atau gambar, tapi itu hanya goresan di batu yang wajar,” ujarnya.
"Dia menafsirkannya sebagai buatan manusia, tapi saya tidak tahu dari mana asalnya," sambung sang profesor.
Beberapa orang, termasuk Kimura, percaya bahwa penampakan yang menjulang tinggi ini dulunya adalah bagian dari benua Pasifik yang terkenal, Mu. Menurut legenda, tenggelam akibat bencana besar.
(Foto: dok. Gammadion13)
Kimura mencatat bahwa tsunami, yang gelombangnya mencapai ketinggian sekitar 40 meter, melanda Pulau Yonaguni dan daerah sekitarnya pada tahun 1771.
Bencana tersebut menyebabkan sekitar 12.000 orang tewas atau menghilang. Menurut surat kabar Jepang Yomiuri Shimbun, dan penelitian yang dilakukan di Universitas Tokyo menunjukkan bahwa wilayah tersebut dirusak oleh tsunami setiap 150 hingga 400 tahun.
Dengan kata lain, peristiwa serupa bisa saja menenggelamkan Monumen Yonaguni. Argumen yang dilontarkan untuk misteri bawah laut ini belum mengungkapkan hasilnya. Namun kebenarannya pasti ada di suatu tempat, menunggu untuk ditemukan di dasar laut.
(Rizka Diputra)